Penjual Sayur yang Menginspirasi Fayakhun Bakamla
Fayakhun Bakamla mencoba membuka kembali ingatan beberapa waktu yang
silam. Berturut-turut dipertemukan dengan penjual sayur keliling di ramainya
lalu lalang kendaraan. Mungkin biasa saja dengan jenis pekerjaannya, tapi yang
menjadi pusat perhatian yang menyebabkan mataku tak berkedip atau memalingkan
kepalaku ke arah lain adalah kondisi si penjual sayur.
Di tiga hari pertama, hanya bisa melihatnya saja sepanjang motor Faya –demikian FayakhunBakamla biasa disapa- melewatinya sambil sesekali memerhatikan bagaimana kondisinya. Selang beberapa hari berikutnya, ada keinginan hati Baka untuk memberhentikan laju motor dan diam di pinggir jalan sembari menunggunya lewat ke hadapannya. Setelah dia mendekat, semakin jelas terlihat keadaannya, mengkhawatirkan.
Tergerak seketika, teman kerja Baka mengepalkan lembaran uang sepuluh ribuan untuknya, bukan sekedar karena merasa iba atas kondisinya, tapi semangatnya di saat dia renta dan tak lagi tegak untuk berdiri, di saat jalannya yang tak lagi lancar tapi terpapah-papah, tidak lantas menjadikan dia dengan mudahnya menengadahkan tangan hanya untuk meminta belas kasihan orang dengan meminta-minta.
Jalanan panjang dia susuri di teriknya siang, tak mempedulikan bunyi klakson motor karena merasa terhalangi oleh lambatnya dia berjalan. Berjalan terus mencari orang yang mau membeli barang dagangannya sembari sesekali menyeka keringatnya, begitu mengkhawatirkan.
Tapi di sisi lain, ada banyak orang yang begitu mudah meminta-minta belas kasihan orang dengan cara-cara yang tidak baik. Segala cara dilakukan meskipun itu merendahkan dirinya sendiri demi mendapatkan uang, padahal kondisi fisik mereka pun sehat dan kuat.
RENUNGAN :
Di tiga hari pertama, hanya bisa melihatnya saja sepanjang motor Faya –demikian FayakhunBakamla biasa disapa- melewatinya sambil sesekali memerhatikan bagaimana kondisinya. Selang beberapa hari berikutnya, ada keinginan hati Baka untuk memberhentikan laju motor dan diam di pinggir jalan sembari menunggunya lewat ke hadapannya. Setelah dia mendekat, semakin jelas terlihat keadaannya, mengkhawatirkan.
Tergerak seketika, teman kerja Baka mengepalkan lembaran uang sepuluh ribuan untuknya, bukan sekedar karena merasa iba atas kondisinya, tapi semangatnya di saat dia renta dan tak lagi tegak untuk berdiri, di saat jalannya yang tak lagi lancar tapi terpapah-papah, tidak lantas menjadikan dia dengan mudahnya menengadahkan tangan hanya untuk meminta belas kasihan orang dengan meminta-minta.
Jalanan panjang dia susuri di teriknya siang, tak mempedulikan bunyi klakson motor karena merasa terhalangi oleh lambatnya dia berjalan. Berjalan terus mencari orang yang mau membeli barang dagangannya sembari sesekali menyeka keringatnya, begitu mengkhawatirkan.
Tapi di sisi lain, ada banyak orang yang begitu mudah meminta-minta belas kasihan orang dengan cara-cara yang tidak baik. Segala cara dilakukan meskipun itu merendahkan dirinya sendiri demi mendapatkan uang, padahal kondisi fisik mereka pun sehat dan kuat.
RENUNGAN :
Ada banyak "pesan"-Nya yang
bisa kita ambil dari pertemuan tak sengaja ini. Boleh jadi kita yang kuat untuk
berdiri tegak hanya mempergunakan waktu dengan bermalas-malasan saja, kita yang
bekerja di tempat yang nyaman tidak memberikan kotribusi terbaik untuk
masyarakat banyak. Kita yang sehat, kuat dan difasilitasi barang-barang yang
agak 'wah' terkadang lupa untuk bersyukur, meski sekadar mengingat mereka di
luar sana yang kekurangan, pun sekedar ber-perceptual position dengan
menjadikan diri kita adalah mereka, agar kita tahu bahwa kita masih hidup dalam
kelayakan.
Lihat, dengar dan rasakanlah. Perjalanan Fayakhun Bakamla mungkin hanya sekedar perjalanan biasa, tapi kita semua bisa meyakini di setiap perjalanan manusia akan selalu ada "pesan" yang harus kita cari. Baca dan renungkanlah, semoga ada hikmah untuk perjalanan kita selanjutnya.
Lihat, dengar dan rasakanlah. Perjalanan Fayakhun Bakamla mungkin hanya sekedar perjalanan biasa, tapi kita semua bisa meyakini di setiap perjalanan manusia akan selalu ada "pesan" yang harus kita cari. Baca dan renungkanlah, semoga ada hikmah untuk perjalanan kita selanjutnya.
http://kisahmotivasihidup.blogspot.co.id/2016/07/kisah-belajar-dari-si-renta-bungkuk.html
Komentar
Posting Komentar