Postingan

Penjual Sayur yang Menginspirasi Fayakhun Bakamla

Fayakhun Bakamla mencoba membuka kembali ingatan beberapa waktu yang silam. Berturut-turut dipertemukan dengan penjual sayur keliling di ramainya lalu lalang kendaraan. Mungkin biasa saja dengan jenis pekerjaannya, tapi yang menjadi pusat perhatian yang menyebabkan mataku tak berkedip atau memalingkan kepalaku ke arah lain adalah kondisi si penjual sayur. Di tiga hari pertama, hanya bisa melihatnya saja sepanjang motor Faya –demikian FayakhunBakamla biasa disapa- melewatinya sambil sesekali memerhatikan bagaimana kondisinya. Selang beberapa hari berikutnya, ada keinginan hati Baka untuk memberhentikan laju motor dan diam di pinggir jalan sembari menunggunya lewat ke hadapannya. Setelah dia mendekat, semakin jelas terlihat keadaannya, mengkhawatirkan. Tergerak seketika, teman kerja Baka mengepalkan lembaran uang sepuluh ribuan untuknya, bukan sekedar karena merasa iba atas kondisinya, tapi semangatnya di saat dia renta dan tak lagi tegak untuk berdiri, di saat jalannya yang tak...